Lowongan Kerja Desember 2016

Hati-hati Penipuan Terkait CPNS 2015

ENTER YOUR E-MAIL ADDRESS :



Jangan lupa confirmasi via e-mail untuk bisa Informasi Lowongan terkirim ke e-mail kamu.

Upaya Polisi mengusut dugaan suap menyuap dalam penerimaan CPNS kategori I (KI) dan kategori II (KII) di Pemkab Bombana membuat sebagian pegawai negeri sipil di daerah itu tidak bisa bekerja dengan tenang. Sebab, pamong yang diduga mengetahui perkara tersebut, harus bolak balik di Polda Sultra untuk memberikan keterangan sebagai saksi kepada penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus).

Sejak dugaan suap menyuap ini diusut polisi, sudah banyak pegawai yang telah dimintai keterangannya. Mereka bukan hanya PNS, pegawai yang berstatus honorer juga tidak luput dari pemanggilan polisi. Pemeriksaan terbanyak dilakukan Senin hingga Sabtu akhir pekan kemarin. Sekira 120-an PNS maupun honorer dari K1 dan K2, diperiksa maraton oleh penyidik dari Subdit III Tipikor Polda di aula Polres Bombana.

RS, salah seorang honorer K1 mengaku, dia dipanggil sebagai saksi terkait dugaan suap menyuap K1. Menurut pegawai honorer di salah satu SKPD di Bombana ini. Kepada penyidik, Rs mengakui dirinya menyerahkan dana puluhan juta kepada salah seorang mantan anggota DPRD di Bombana. Uang sebanyak itu, dibayar tiga kali dengan rincian pertama Rp 20 juta dan masing-masing Rp 10 juta untuk ketiga dan empat.

“Uang ini kami masukan dalam rekening saya. Setelah itu, bukunya (buku tabungan) dan ATM, saya kumpul dan serahkan kepada salah seorang warga Doule di rumahnya bersama dengan ATM dan buku tabungan seratusan honorer K1,” kata honorer ini.
Namun faktanya lain. Pasca menyetor dana puluhan juta itu, RS termasuk rekan-rekannya, tidak pernah diangkat-angkat jadi CPNS.
Keberadaan delapan penyidik Tipikor ini di Bombana dibenarkan Kabid Humas Polda Sultra AKBP Sunarto. Katanya, delapan penyidik itu merupakan tim yang dibentuk untuk memeriksa saksi-saksi atas perkara penerimaan CPNS K1 dan K2. “Tim ini (penyidik Tipikor) akan dipulangkan lagi pada Sabtu (23/5) mendatang,” ungkap Kabid Humas Polda Sultra AKBP Sunarto.

Sekedar diketahui, sebelumnya penyidik Tipikor menetapkan mantan Kepala BKD Bombana sebagai tersangka dugaan korupsi suap menyuap proses penerimaan CPNS KI dan KII. Penetapan tersangka itu, setelah dua kali mengambil tindakan, Rabu (15/4) pemeriksaan orang internal BKD Bombana dan Jumat (24/4) penggeledahan di sekretariat BKD Bombana. Menurut penyidik berdasarkan keterangan saksi-saksi dan beberapa bukti yang ditemukan sangat menguatkan penyidik untuk mengambil langkah penetapan tersangka.

Berdasarkan kejahatan yang dilakukan oleh tersangka, polisi menjeratnya dengan Pasal 12 UU RI Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Korupsi, sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. Pasal ini mengandung ancaman pidana paling lama 20 tahun penjara.
Memang semua orang pasti ingin menjadi seorang PNS. Namun, tidak dengan menghalalkan segala cara. Mengingat proses seleksi CPNS tahun 2015 ini akan segera berlangsung, sudah dipastikan banyak pihak yang akan mencoba melakukan penipuan dengan mengiming-imingi korban akan lulus PNS. Sebagai warga negara yang bijak, kita hendaknya terus berhati-hati. Tidak sepantasnya kita memiliki pemikiran yang sedemikian pendek dan percaya pada iming-iming tersebut.

Jika ingin lulus PNS, maka kita harus berdoa dan berlatih dengan giat. Kita tidak perlu mencari jalan pintas yang kerap dianggap pantas. Kita selaku masyarakat juga harus mendukung pemerintah dalam menyukseskan seleksi CPNS yang jujur, bersih, dan terbuka.
Masih terdapat jalan yang lebih mulia daripada menyogok untuk mendapat satu kursi PNS di tahun 2015 ini, yakni dengan berlatih soal-soal CPNS di www.daftarsoal.com.

www,daftarsoal.com berisikan soal-soal CPNS paling lengkap dari berbagai tahun, sehingga para pelamar CPNS akan terbantu sekali ketika ujian. Sekali lagi, katakan tidak pada sogokan. Katakan tidak pada penipuan.

Lowongan Kerja Terbaru CPNS Hanya di WWW.BLOGKERJA.COM

Share on Google

Lowongan Kerja Lainnya

Comments are currently closed.